Layanan Bimbingan Konseling

 
Layanan Bimbingan Konseling 7,1/10 2687 reviews
  1. Layanan Bimbingan Konseling Komprehensif
  2. Layanan Bimbingan Konseling Adalah
  3. Fungsi Layanan Bimbingan Dan Konseling

Orang-orang muda di sekolah dasar lazimnya dihadapkan pada celaan, cacian, cercaan, dan segala sumpah-serapah kemarahan jika membuat kekeliruan. Betapa ketimpangan ini membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gambaran diri negatif belaka. Jika seluruh komponen kependidikan di sekolah bertindak sebagai yang menghakimi dan memberikan vonis serta hukuman, maka semakin lengkaplah pembentukan pribadi-pribadi yang tidak seimbang. Tantangan pertama untuk memulai suatu proses pendampingan pribadi yang ideal justru datang dari faktor-faktor instrinsik sekolah sendiri.

Konseling

• Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. • Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya • Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Bidang Pelayanan Konseling • Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004: 101). Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya.

Layanan pembelajaran atau bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian. Kebutuhan layanan bimbingan konseling untuk siswa di sekolah. Perkembangan psiko dan fisik seseorang menentukan akan kebutuhan seorang indvidual secara alami yang dikarenakan oleh proses belajar yang akan mendorong seorang individu untuk bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhannya.

Padang, 31 Maret 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. I DAFTAR ISI. Ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 2 C.

Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Menurut Cavanagh konseling merupakan “a relationship between a trained helper and a person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere that he or she creates help people learn to relate with themselves and others in more growth- producing ways.” [Hubungan antara orang yang memberi bantuan yang telah terlatih dengan orang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar membangun relasi dengan dirinya dan orang lain dengan cara yang produktif (growth-producing ways)]. Jones (Insano, 2004: 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. Untuk lebih memahami apakah ‘bimbingan’ itu, maka alangkah lebih baiknya jika kita mengulas tentang pengertian bimbingan dari berbagai sisi yaitu dilihat dari segi bahasa serta dilihat dari segi istilah (pendapat para ahli).

Semakin lama zaman berubah dan berkembang, seluruh aspek kehidupan di dunia menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan tersebut. Hal ini terjadi agar tidak terjadinya ketimpangan serta ketinggalan dalam mengikuti perkembangan zaman. Saat ini zaman telah memasuki globalisasi atau era global; dimana manusia berusaha segala sesuatu dilakukan secara instan, praktis dan efisien. Era globalisasi ditandai dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan yang melahirkan kemajuan di bidang teknologi dan informasi. Dampak globalisasi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk ke dalam wilayah pendidikan formal.

Layanan Bimbingan Konseling Komprehensif

Bimbingan dan Konseling (BK) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada,sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No. Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan.

Windows xp sp3 gamer edition iso. Additional note, this version V3.0 that released in the end of 2014, this already the newest one. The weakness of this one is there are many virus out of there in internet that ready to infect your computer, so we really recommended to defend your os by using antivirus maybe like avast or kaspersky, you can get those edition in this site. Download XP Final Lite V3.0 Gamer Edition Fullversion Download Link You don’t need to argue to have this one, cause it already checked and No virus and malwared in this edition, cause every file has been checked by virustotal, and work perfectly in low pc specification and of course powerfull in high spec. If you need any kinds of driver, feel free to comment below and i will search it for you. My Personal Review: I already tested this one, but i test in Toshiba L645, everything work perfectly without any error that counter.

Progaram bimbingan yang tidak memberikan program layanan pemberian informasi akan mengahalangi peserta didik untuk berkembang lebih jauh, karena mereka membutuhkan kesempatan untuk mempelajari data dan fakta yang dapat mempengaruhi Jalan hidupnya. Ada tiga alasan pokok mengapa layann pemberian informasi merupakan usaha vital dalam keseluruhan program bimbingan yang terencana dan terorganisasi. Pertama, siswa membutuhkan informasi yang relevan sebagi persiapan memangkusuatu jabatan di masyarakt. Dengan memiliki pengetahuan yang tepat mungkinlah bahwa jumlah pilihan yang dapat mereka pertimbangkan bertambah. Kedua,pengetahuan yang tepat dan benar membantu siswa untuk berpikir lebih rasional tentang perencanaan masa depan dan tuntunan penyesuaian diri dari pada mengikuti sembarang keinginan saja tanpa memperhitungkan kenyataan dalam lingkungan hidupnya. Informasi yang relevan dapat membebaskan siswa dari keterikatan pada pola berpikir yang kaku, dan sekaligus memperluas cakrawala pandangannya. Ketiga, informasi yang sesuai dengan daya tangkapnya menyadarkan akan hal-hal yang tetap dan stabil, serta hal-hal yang akan berubah dengan bertambahnya umur dan pengalaman.

Layanan ini lebih bersifat preventif atau mugkin kuratif. Isi layanan responsif adalah sebagai berikut: • Bidang Pendidikan Bisanya memiliki topik pembahasan tentang pemilihan program studi di SMA yang sesuai degan bakat, minat, dan kemampuan sertara pemilihan studi lanjutan untuk perguruan tinggi. • Bidang Belajar Biasanya membantu dalam pemilihan program studi di SMA yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, dan pemilihan program studi lanjutan di perguruan tinggi.

Kemudian juga cara belajar efektif dan cara mengatasi kesulitan belajar. • Bidang Sosial Layanan bimbingan konseling akan membantu mencari cara memilih teman yang baik, cara memelihara persahabatan yang baik dan cara mengatasi konflik dengan teman. • Bidang Pribadi Topiknya adalah pembentukan identitas karier, pengenalan karakteristik, dan lingkungan pekerjaan, serta pembentukan pola karier.

Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.

Istilah “mediasi” terkait dengan istilah “media” yang berasal dari kata “medium” yang berarti perantara. Dalam literature islam istilah “mediasi” sama dengan “wasilah” yang juga berarti perantara. Berdasarkan arti diatas, mediasi bisa juga dimaknai sebagai suatu kegiatan yang mengantarai atau menjadi wasilah atau menghubungkan yang semula terpisah. Juga bermakna menjalin hubungan antara dua kondisi yang berbeda dengan dan mengadakan kontak sehingga dua pihak yang terpisah menjadi saling terkait. Melalui mediasi dua pihak yang sebelumnya terpisah menjadi saling terkait. Glasser (1965), dalam uraiannya tentang Reality Therapy menegaskan bahwa kehidupan yang baik didasarkan pada kaidah-kaidah realitik, moral, dan tanggung jawab. Dengan kaidah 3R (Reality, Right, Responsibility) itu kehidupan agar berjalan dengan lebih baik.

Mengapa Harus Pembimbing Sebaya?...10 2. Peran dan Fungsi Pembimbing Sebaya.11 3. Cara Menjadi Pembimbing Sebaya12 C.

Pengertian Perencanaan individual diartikan sebagai bantuan kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peren-canaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman konseli secara mendalam dengan segala karakteris-tiknya, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam mengem-bangkan potensinya secara optimal, termasuk keber-bakatan dan kebutuhan khusus konseli. Kegiatan orientasi, informasi, konseling individual, rujukan, kola-borasi, dan advokasi diperlukan di dalam implementasi pelayanan ini. TujuanPerencanaan individual bertujuan untuk membantu konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembang-an dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya. Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Isi layanan perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan konseli untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh konseli, pelayanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing konseli.

Agus Hakim, M.Pd ( Kepala Sekolah ): Penangung jawab Layanan Bimbingan Konseling di SMAN 1 Ciawigebang, menangani siswa secara insidental. Amir Deden Riskomar ( Koordinator BK ): menangani 7 kelas XI IPA dan IPS ( 280 siswa ), dengan memberikan layanan bimbingan konseling secara terjadwal dan insidental serta pengadministrasiaanya. Nina Marliana ( Guru BK ): menangani siswa kelas X sejumlah 7 ( tujuh ) kelas ( 280 siswa ) dengan memberikan layanan bimbingan konseling secara terjadwal dan insidental serta pengadministrasiannya. Siti Rodiah S.Pd ( Guru BK ): menangani 7 kelas XII IPA dan IPS ( 280 siswa ), dengan memberikan layanan bimbingan konseling secara terjadwal dan insidental serta pengadministrasiannya.

Suasana dan tata krama kehidupan dalam keluarga e. Nilai-nilai sosial, agama, adat istiadat, kebiasaan dan tata krama yang berlaku dilingkungan masyarakat f. Hak dan Kewajiban warga negara g. Kesamaan dan keterlibatan masyarakat h. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat sekitar i.

Tujuan layanan orientasi: Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi danmenyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Sehinggapeserta didik akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah gunamencapai keberhasilan belajarnya. Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain disekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya. Peserta didik yang baru memasuki lingkungan yang baru (Sekolah)biasanya masih merasa bingung atau canggung.Maka itu diperlukan layanan orintasi sebagai pengenalan untuk peserta didik agar dia lebih memahami lingkungan sekolah yang baru dimasukinya,dan untuk mempermudah atau memperlancar berperannya peserta didik dilingkungan yang baru ini.Karena itu, di lingkungan yang masih baru pastilah butuh kesiapan tersendiri agar kita mudah menyesuaikan diri.Tujuannya pasti. Dengan lebih mudah dan cepat beradaptasi, maka kita pun akan lebih gampang bersosialisasi.cara menyesuaikan diri: • Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang sekolah atau tempat baru tersebut untuk persiapan adaptasimu.

Bimbingan Konseling yang baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Bisa dihitung dengan jari, berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau) menyediakan ruang konseling memadai. Tidak jarang dijumpai, ruang Bimbingan Konseling sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai), atau layaknya ruang sempit di pojok dekat gudang dan toilet. Betapa mendesak untuk dikedepankan peran Bimbingan Konseling dengan mencoba menempatkan kembali pada posisi dan perannya yang hakiki. Menaruh harapan yang lebih besar pada Bimbingan Konseling dalam pendampingan pribadi, sekarang ini begitu mendesak, jika mengingat kurikulum dan segala orientasinya tetap saja menjunjung supremasi otak. Untuk memulai mewujudkan semua itu, butuh perubahan paradigma para kepala sekolah menengah dan semua pihak yang terlibat didalam proses kependidikan.

Daftar Isi • • • • • • • Kebutuhan layanan bimbingan konseling untuk siswa di sekolah Perkembangan psiko dan fisik seseorang menentukan akan kebutuhan seorang indvidual secara alami yang dikarenakan oleh proses belajar yang akan mendorong seorang individu untuk bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhannya. Salah satunya kebutuhan siswa yang dihadapkan oleh kondisi yang amat berbeda antara masa anak-anak remaja. Maka, kebutuhan layanan bimbingan konseling untuk siswa berguna sebagai berikut: • untuk mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tuga perkembangan. • Untuk mengenal dan memahami potensi dari siswa dalam lingkungan sekitarnya, • Untuk mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta pencapaian tujuan tersebut. • Memahami dan mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. • Mengembangkan kemampuan siswa ntuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. • Untuk membantu menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.

Referensi [ ].

Hasil analisis kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam Laporan Pelaksanaan Program (LAPELPROG). Selanjutnya hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif.

Tapi siapa yang dapat menolak jika ternyata kegagalan masih juga menghampiri anda, padahal anda sudah berusaha sekeras mungkin? Kegagalan sebetulnya merupakan hal yang manusiawi, karena tidak semua manusia bias mencapai keberhasilan. Berdasarkan pengalaman, banyak orang yang sangat trauma pada kegagalan, sehingga tak jarang sampai menimbulkan stress dan depresi bahkan sampai menimbulkan gangguan jiwa. Pada beberapa kasus, ada beberapa orang yang takut gagal sebelum bertindak.

Tujuan 3 BAB II PEMBAHASAN A. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan Konseling.4 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan12 B. Daftar Pustaka.12 BAB I PENDAHULUAN Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu komponen dari pendidikan kita, mengingat bahwa bimbingan dan Konseling adalah suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya.

Layanan Bimbingan Konseling Adalah

• Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang. • Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork. • Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling.

Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan konselor atau guru-guru BK. Adanya kekhawatiran bahwa konselor akan memakan “gaji buta”. Akibatnya, konselor mesti disampiri tugas-tugas mengajar keterampilan, sejarah, menjaga kantin, mengurus perpustakaan, atau jika tidak demikian hitungan honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas-tugas konselor yang dianggapnya penganggur terselubung. Padahal, betapa pendampingan pribadi menuntut proses administratif dalam penanganannya.

Fungsi Layanan Bimbingan Dan Konseling

• Dengan cara Individual. • Dengan cara Alih Tangan Kasus 2. Waktu • Terjadwal • Terjadwal tersendiri secara individual • Mengambil waktu di luar jam pelajaran 3. Tempat Pelaksanaan • Kegiatan layanan bimbingan memerlukan tempat secara baik dan tepat.

Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah – Pada umumnya hal yang sering dilakukan di dalam sekolah adalah kegiatan pembelajaran. Namun, di sekolah juga menyediakan layanan konseling untuk siswa. Di sana siswa dapat memanfaatkan untuk bimbingan konseling sesuai dengan kebutuhan mereka.