Format Program Tahunan Pelaksanaan Bimbingan Konseling Di Sekolah

 
Format Program Tahunan Pelaksanaan Bimbingan Konseling Di Sekolah 9,9/10 9871 reviews

• Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis, kreatip dan produktif. Bimbingan Belajar • Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efesien serta produktif, baik dalam mencari imformasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya, mengembangkan keterampilan belajar, mengerjakan tugas – tugas pelajaran, dan menjalani program penilaian hasil belajar. Bimbingan Karir. • Pemantapan imformasi karir yang umumnya, khususnya karir yang hendak di kembangkan.Orientasi dan Imformasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkanan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak di kembangkan. • Pemantapan orientasi. Bimbingan Pribadi – Sosial • Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta menyalurkan dan pengembangannya pada / melalui kegiatan – kegiatan yang kreatip dan produktif. Usaha – usaha penanggulangannya.

• Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu.

Layanan Penempatan/Penyaluran *) *) *) *) **) **) 4. Layanan Penguasaan Konten *) *) *) *) **) **) 5. Layanan Konseling Perorangan *) *) *) *) **) **) 6. Layanan Bimbingan Kelompok *) *) *) *) **) **) 7. Layanan Konseling Kelompok *) *) *) *) **) **) 8. Layanan Konsultasi *) *) *) *) **) **) 9.

Setelah diselenggarakan ujian, hasilnya, 179 orang atau 73,67% dinyatakan lulus. Sisanya ada 64 orang atau 26,33% dinyatakan tidak lulus, dan harus mengikuti ujian ulangan. Dari hasil ujian ulangan ini (ulangan ke 1), 18 orang atau 28,12% dinyatakan lulus. Sisanya (46 orang) harus mengikuti ujian ulangan berikutnya. Hasil ujian ulangan ini (ulangan ke 2) belum terdokumentasi (belum diinformasikan kelulusannya). Mereka yang belum lulus harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (PLPG) selama sepuluh hari dengan sepuluh mata latihan.

PERHITUNGAN JAM KEGIATAN PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH SEKOLAH: SMPN BULAN: 2010 KELAS: Guru Pemb:: No. Jenis Kegiatan Minggu Minggu Minggu Minggu Jumlah I II III IV Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp Frek Ek.Jp 1 Layanan Orientasi 2 Layanan Informasi 3 Layanan Penempatan/Penyaluran 4 Layanan Penguasaan Konten 5 Layanan Konseling Perorangan 6 Layanan Bimbingan Kelompok 7 Layanan Konseling Kelompok 8 Layanan Konsultasi 9 Layanan Mediasi 10 Aplikasi Instrumentasi 11 Konferensi Kasus 12 Kunjungan Rumah Jumlah.

Seperti misalnya dengan dilakukannya kunjungan rumah. Selain itu plaksanaan bimbingan dan konseling di SD Haurngombong II pada dasarnya sudah memperhatikan tujuan, asas, dan prinsip bimbingan dan konseling. Yang mana layanan bimbingan dan konseling dilakukan dengan tujuan agar siswa mampu mengenali dirinya, lingkungan, serta untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. Dari segi kelengkapan sarana dan prasarana belum memadai. Hal ini karena tidak adanya ruangan khusus layanan bimbingan dan konseling.

Kalau RPP konselor didasarkan pada kebutuhan dan masalah aktual siswa yang dilengkapi dengan hasil analisa program BK tahun lalu, sedangkan RPP guru didasarkan pada SK ( Standar Kompetensi ) dan KD ( Kompetensi Dasar ) yang sudah disusun dalam Permendiknas. PENGERTIAN PROGRAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Program dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang sistematis, yaitu yang terencana, terorganisasi, dan terkordinasi sejak dari perencanaan, pelaksnaan, sampai dengan penilaian dan pelaporan dalam suatu periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

- Suharso, Drs. M.Pd.,Kons, Makalah Worksop MGP SMA RSBI se Jawa Tengah- Januari 2009.

Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Aug 21, 2016  Ruang lingkup pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Agum Sejahtera di bagi dari 3 bagian yaitu. Contoh Format Laporan Bimbingan Konseling (BK) di Sekolah; Contoh Format Pelayanan Bimbingan Konseling. PROGRAM-PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH (SMP) Proker Tahunan.

Salah satu kegiatan penting dalam program pendidikan adalah kegiatan belajar. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan khususnya guru harus benar-benar memahami bagaimana tingkah laku muridnya dalam kegiatan belajar. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru akan dihadapkan pada sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam. Keanekaragaman karakteristik tersebut akan menimbulkan beberapa kemungkinan perbedaan kamampuan setiap siswa dalam menempuh kegiatan belajar. Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi pada siswa yang sedang belajar adalah dihadapinya kesulitan-kesulitan belajar.

• Orientasi belajar di perguruan tinggi. Teknik, Waktu Dan Tempat Pelaksanaan 1. Teknik Pelaksanaan • Layanan bimbingan konseling dapat dilaksanakan dalam beberapa cara tergantung pada sifat permasalahan, jumlah siswa, kesiapan tenaga pembimbing, serta tersediannya waktu dan tempat. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka cara-cara yang ditempuh antara lain: • Dengan cara KlasikalYaitu cara pelayana kepada siswa yang sama kebutuhannya tanpa adanya pemisah. • Dengan cara Kelompok.Yaitu melayani siswa yang sama kebutuhannya namun tidak tidak sesuai untuk sebagian siswa yang lain, misalnya perbedaan jenis kelamin, agama, usia dan sebagainya. • Dengan cara Individual. • Dengan cara Alih Tangan Kasus 2.

Mempermudah koordinasi kerja diantara unsure-unsur yang terkait dalam pelaksanaan Bimbingan Konseling. Sasaran Program Kerja ini ditujukan kepada semua unsure pelaksana Bimbingan Konseling di sekolah agar: 1. Dapat memahami tugas dan peranan Bimbingan dan Konseling di sekolah 2. Dapat atau mampu mengidentifikasi siswa dalam membantu segi latar belakang siswa kepribadian, bakat minat, emosi serta kemapuan akademisnya.

DINAS PENDIDIKAN. SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.Topik Permasalahan/Bahasan: B. Bidang Bimbingan: C. Jenis Layanan: D.

Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama pendekatan yang bersifat asumtif prediktif, yaitu dengan memprediksi kemungkinan-kemungkinan kebutuhan dan permasalahan yang bakal dirasakan atau dihadapi oleh siswa. Kedua pendekatan yang bersifat aktual obyektif, yaitu mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang secara aktual dan obyektif benar-benar dirasakan dan dihadapi oleh siswa.

PENDAHULUAN Penyusunan program pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan langkah awal sebelum seorang guru pembimbing atau konselor sekolah melaksanakan serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling. Program disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa yang dilakukan dengan dua pendekatan.

Chrysler diagnostic software download. Agar lebih mudah dibaca dan dipahami, maka hasil identifikasi tersebut seyogyanya ditampilkan dalam sebuah tabel. Perlu diperhatikan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sangat strategis yang sangat menentukan langkah-langkah berikutnya. Mengacu pada pengembangan diri dalam KTSP bahwa beban tugas konselor adalah 24 jam pelajaran per minggu. Setiap satu layanan atau kegiatan pendukung BK ekivalen dengan 2 jam pelajaran, maka setiap minggu seorang konselor minimal harus menyelenggarakan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung. Oleh karena itu, Identifikasi kebutuhan dan permasalahan siswa paling tidak harus bisa menurunkan 12 layanan dan atau kegiatan pendukung per minggu. Apabila dalam satu tahun ada 36 minggu efektif maka diperlukan 12 layanan/ pendukung X 36 minggu yaitu 432 layanan dan/ pendukung. Oleh karena itu apabila seorang konselor mendapat tugas minimal yaitu 24 jam pelajaran/ minggu harus mengidentifikasi 432 layanan dan atau pendukung untuk program satu tahun.

Penilaian proses dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektivan layanan bimbingan dilihat dari prosesnya, sedangkan penilaian hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keefektivan layanan bimbingan dilihat dari hasilnya. Aspek yang dinilai baik proses maupun hasil antara lain: • Kesesuaian antara program dengan pelaksanaan; • Keterlaksanaan program; • Hambatan-hambatan yang dijumpai; • Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar; • Respon siswa, personil sekolah, orang tua, dan masyarakat terhadap layanan bimbingan; • Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan layanan bimbingan, pencapaian tugas-tugas perkembangan, dan hasil belajar; dan keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat.

Teknik non tes misalnya dengan observasi, wawancara, angket, inventori, dan sebagainya. Kedua pendekatan tersebut seyogyanya dilakukan secara terpadu, sehingga dapat diperoleh pemahaman tentang kebutuhan dan permasalahan siswa secara komprehensif. Berdasarkan pemahaman yang komprehensif maka akan dapat dipilih secara cermat dan selektif layanan-layanan yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan siswa.

Salah satu kegiatan penting dalam program pendidikan adalah kegiatan belajar. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan khususnya guru harus benar-benar memahami bagaimana tingkah laku muridnya dalam kegiatan belajar. Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru akan dihadapkan pada sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam. Keanekaragaman karakteristik tersebut akan menimbulkan beberapa kemungkinan perbedaan kamampuan setiap siswa dalam menempuh kegiatan belajar. Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi pada siswa yang sedang belajar adalah dihadapinya kesulitan-kesulitan belajar. Berkaitan dengan penanganan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik siswa, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu melalui program layanan bimbingan dan konseling.